bogem mentah untuk aswaja pencela sunnah dan para ulama

Tinggalkan komentar

31 Oktober 2012 oleh abuhurairohjakarty

بسم الله الرحمن الرحيم

kami kumpulkan di sini celaan celaan aswaja terhadap sunnah dan para ulama sunnah di sini

1. kesesatan albani yang menyatakan alloh wujud tanpa arah dan tempat

klik di sini hati hati subhat aswaja membahayakan aqidah umat islam

2.ibnu taimiyah akhirnya bertaubat

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

3.ikuti ibnu hajar atau bin baz…

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

4.ngusaimin menyunat fatwa ibnu taimiyah

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

5.membantah konsep rububiyah dan uluhiyyah ala wahhabi

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

6.fatwa nyeleneh utsaimin yang melarang bacaan alfatihah

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

7.ikuti sunnah atau madhzab ?

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

8.syair cingkrang

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

9.ibnu taimiyah syaikhul islam ?

klik di sini hati hati subhat aswaja membahayakan aqidah umat islam

10.mengenal aqidah Imam ahmad ibn hambal

klik di sini hati hati forum aswaja sarkub alias sarang kuburan

subhat pertama pada point di bawah ini


إذا أحطت علما بكل ما سبق استطعت بإذن الله تعالى أن تفهم بيسر من الآيات القرآنية والأحاديث النبوية والآثار السلفية التي ساقها المؤلف رحمه الله في هذا الكتاب الذي بين يديك (مختصره) أن المراد منها إنما هو معنى معروف ثابت لائق به تعالى ألا وهو علوه سبحانه على خلقه واستواؤه على عرشه على ما يليق بعظمته وأنه مع ذلك ليس في جهة ولا مكان.

 

 

 

“Jika (penjelasan) yang lewat telah kamu ketahui, maka dengan izin Allah, dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi serta atsar-atsar kalangan salaf yang telah dicantumkan oleh pengarang (al-Dzahabi) -rahimahullah- di dalam kitab ini yang di depanmu ini, maka kamu akan dengan mudah memahami bahwa yang dimaksud dari (teks-teks) itu adalah sebuah makna yang tsâbit dan dapat diketahui, serta yang layak bagi Allah ta‘âlâ. -Makna itu adalah- bahwa tinggi dan istiwâ’-Nya atas ‘arasy adalah berdasarkan yang layak untuk keagungan-Nya. Sementara dengan hal itu, Dia tiada berjihat (arah) dan tiada bertempat”.

 

Nah beranikah Para Laskar Wahabi menuduh sesat Muhaddits pujaannya sebab pernyataan Beliau “Allah wujud tanpa tempat dan arah” ???

 

Allahu A‘lam…

bantahan subhat di atas di bawah ini

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: